Memoar Kekasih Takkan Tersisih
Kau ingat, bagaimana dulu kita membuat mereka cemburu?
Saat kubuka tirai, lalu cahaya mentari menelusup ke balik jendela menyapamu dengan kehangatannya. Namun, kau masih saja terlelap. Lebih tepatnya kau sengaja tak membuka mata demi mendapat elusan lembut di pipi. Saat itulah sang mentari cemburu padaku, karena kau lebih menginginkanku yang membangunkanmu.
Kau ingat, saat kuelus pipimu kemudian tanganmu merangkul tubuh mungilku. Mataku dan matamu beradu sendu, saat itulah langit-langit kamar cemburu padaku karena kau lebih menginginkan aku dalam pandanganmu.
Aku tak pernah melupakan saat kecupan lembut kau daratkan di keningku. Saat itu secangkir teh hangat yang kusiapkan untukmu cemburu padaku, karena kau tak pernah tergoda oleh semerbaknya aroma melati yang ia tawarkan demi mendapatkan kecupan lembutmu di sisi cangkirnya.
Lalu, tangan kekarmu mendekap aku dengan sangat erat dan mengabaikan selimut yang menghangatkanmu sepanjang malam. Saat itulah selimut pun menaruh iri padaku.
Kau membuat mereka cemburu padaku. Bukan karena apa yang kau miliki, tapi karena apa yang mampu kau terima dalam hidupmu di balik semua kesempurnaan yang telah kau miliki.
"Kenapa kau menikahiku?" tanyaku yang masih larut dalam dekapanmu, merasakan detakan menenangkan di dada bidangmu.
"Karena kau tulang rusukku." Jawaban yang menyebalkan tapi selalu berhasil membuatku mengeratkan dekapan di tubuhmu.
"Lalu, bagaimana dengan masa laluku?" Aku melonggarkan dekapanku.
"Semua itu adalah proses untuk memperindah dirimu yang memang Tuhan persiapkan untukku," ucapmu mengecup lembut rambut hitamku yang sedikit kusut.
Lagi, aku larut dalam kenangan pagi kita yang dulu tak pernah terlewatkan. Kini, setiap rindu itu menyapa senjaku, aku hanya bisa menatap gundukan tanah merah di halaman belakang yang selalu penuh oleh taburan bunga mawar. Sembari memperhatikan cucu kita yang tengah asyik bermain ayunan di bawah pohon mangga. "Kau baik-baik saja di sana, bukan? Apa kau merindukan aku? Anakku yang selalu kau bilang anakmu, dia sangat merindukanmu."
End....
Ditulis oleh : Susanti Julaeha
Lembang, 2 Oktober 2017
Comments
Post a Comment