Puisi Patidusa

Hai hai... sahabat sastra, Admin bawa karya lagi nih. Hasil challenge membuat puisi patidusa dengan tema bebas. Dan ini tiga karya terpilih, keren dan ajib lohh karyanya. Yuks intipin bareng-bareng.

Penjara
Amrul Mubarok

Keras
Terbentak menggelegar
Mengoyak setiap pendatang
Tanpa ampun siap diterjang

Gelap
Tanpa jendela
Udara enggan memasukinya
Penuh derita tanpa gelisah

Kesunyian teman dalam kesendirian
Bising hanyalah harapan
Semua menghilang
Senyap

Lamunan menjadi fardhu keseharian
Menanti terbukanya kenikmatan
Harapan konyol
Hampa

Titimangsa : Sidoarjo,30 Oktober 2017

###

Hampa
Lun🐌

Degup nyata tak berirama
Tampakan sesak nyata
Wujud tawa
Hampa

Seumpama rumpang pada sempurna
Kisah kita berlogika
Kabur rasa
Hampa

Celoteh burung tirai rasa
Memaksa memori terbuka
Terikat nyata
Hampa

Sisa sketsa pada meja
Mendamba rasa tak sengaja
Akan lupa
Hampa

Jember,  30 Oktober 2017

###

Romantika Terpisah
Anarchia58

Malam ini angin menyapa
Datang dari utara
Bersama cintamu
Kekasihku

Sayang
Gelap bayang
Cerita kita usang
Bosan sudah ia terbang

Kapan hari itu tiba
Aksara akar cemara
Romansa kita
Ada

Sudahlah
Kita tunggu
Embun daun basah
Hingga senja berwarna abu

Palembang, 24.09.2016
#Anarchia58

~~~

Nah, gimana? Keren 'kan karyanya? Iya dong, kan admin nyari karya terbaik, baru di-post.
Kalau gitu admin sudahi dulu ya, kita berjumpa di tulisan selanjutnya....
Salam literasi dari kami, komunitas Cakap-Cakap Sastra.

Comments

Popular posts from this blog

Ibu dan Senja Beradu Pilu

Kata pendamping dialog tag

Cerita Si Rapuh